Langsung ke konten utama

Nunmuri Nanda - Lee Sang Gon ost bbf



cham himdeuniriji
han-goreum twiye-seo
noreul parabo-neun kon irohkedo
nae nunmul-ttae-mune kuri-umttae-mune
hulyoe-jyeo-ganeun noreul
choe-eum kuddaero twe-dorril sun om-neun-ji
ireum-jocha moreuge

cho-gumman do idaero parabogiman-halkke
chi-geum nan nobagge bo-i-ji-ranh-neunde
oneul-kka-jiman noreul kujyeo paraman-boda
nae-ireun norit-ketdago tajim-handa

chi-uryeo haet-jiman ollukjin chu-okdeul
bon-chyeo-man gal-ppeuniya
cho-eum-geu-ttaero twedorrilsu om-neun-ji
ireum-jocha moreuge

cho-gumman do idaero parabogiman-halkke
chi-geum nan nobagge bo-i-ji-ranh-neunde
oneul-kka-jiman noreul kujyeo paraman-boda
nae-ireun norit-ketdago tajim-handa

kyeon-dyeonael-suneun issulji alsu-optjima
na tteo-nal su bakke
saranghae nol saranghae hanbondo mothaetdon mal
so-geuro samkinchae chiwoya hagetji
keu-rohke tto keu-rohke
no-obshi saragado
onjena nae gaseumane no issul ppeun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeitan Hati Luka tak berdarah

 Sedikitnya hati tercubit dan mersakan sakit yang tak kasat mata, luka tak berdarah mungkin istilah yang tepat untuk ini namun ntahlah bagaimana menjelaskannya. Ternyata jauh di dalam sana aku masih terlalu kekanak-kanakan. Ternyata aku tidak sedewasa dan sebijak itu. Ternyata aku jauh lebih dari kata buruk. Rasanya sakit dan semua terasa HAMPA. Ntahlah apa yang harus aku lakukan, kenapa rasanya berbeda ? Kenapa rasanya tak seperti dulu yang masih ada mimpi dan abisi? Kenapa malah jadi begini aku berada di titik yang sama, kenapa rasanya tidak ada yang berubah dan mengapa rasanya sunguh tidak sedewasa itu  Malu pada diri sendiri mungkin, semakin banyak kenyataan yang aku tahu bahwa aku sesungguhnya semenyedihkan itu. Hibernasi  yang kuingatkan mungkinkah yang seperti ini ? kenapa jalannya terlalu berat tapi tak berat ? kenapa rasanya seakan tak adil padahal hanya aku yang kurang bersyukur dan meminta lebih tanpa usaha ? Kenapa aku menjadi wanita lemah dan pengecut ? keman...

Kebudayaan Suku Karo

KEBUDAYAAN SUKU KARO  Kata Pengantar      Puji dan syukur kehadirat TuhanYang Maha Esa karena berkat berkat dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “KEBUDAYAAN SUKU KARO” tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik dari teman-teman, keluarga dan terutama kepada dosen pembimbing saya maka dari itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat makalah memberikan manfaat kepada seluruh pembaca. Selain itu penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.  Medan, Januari 2013 Penu...

Perbedaan Present Perfect Tense and Past Perfect Tense with The Formula 16 Tense

Rumus-rumus 16 tenses A. PRESENT TENSE 1. Simple present tense (sekarang ) a. Nominal sentence (+) S + To be ( am, is, are)+ KB/KS/KK/KD (-) S + To be+ not + KB/KS/KK/KD (?) To be+ S + KB/KS/KK/KD Yes , S + to be No, S + to be + not b. Verbal sentence (+) S + V 1 s/es + Object ( O) (-) S + do not/ does not + V1 + O (?) Do/Does + S + V1 + O Yes, S + do/ does No, S + do not/ does not 2. Present continuous tense (sedang skrg) (+) S + To be ( is, am, are)+ v-ing+ O (-) S + To be + not + V- ing + O (?) To be + S + V-ing + O Yes, S + To be No, S + To be + not 3. Present perfect tense ( sudah) a. Nominal sentence (+) S + have/has + been + KB/KS/KD (-) S + have/has+ not + been + KB/KS (?) Have/Has + S + been + KB/KS/KD Yes, S + have/ has No, S + have/ has + not b. Verbal sentence (+) S + have/Has + V3 + O (-) S + have/ has + not + V3 +O (?) Have/Has + S + V3 + O Yes, S + have/has No, S + have/ has + not 4. Present perfect continuous tense ( sudah ...