Langsung ke konten utama

AYAH....


AYAH
Betapa aku bersyukur dan bangga Ayah
Memiliki ayah seperti engkau   . . .
Senantiasa sabar mendidik dan membimbing kami
Sungguh aku bersyukur pada Tuhan 
Engkau menjadi pemimpin keluarga dan ayah bagi kami
Hari-harimu engkau lalui begitu lelah dan letih
Demi menghidupi kami anak-anakmu  . . .
        
                        Tanpa mengenal lelah dan waktu engkau tak pernah mengeluh
Walau terkadang kami malah melukai dan menyakiti 
Perayasaan dan hatimu . . .
Mungkin terkadang engkau menangis karna 
Sikap dan tingkahku yang begitu terlalu bodoh
Tidak menghargai kerja kerasmu selama ini
Namun engkau selalu berusaha tersenyum bahagia didepanku

Ayah maaf jika aku terlalu melukaimu
Ayah maaf jika aku terlalu menjadi bebanmu
Ayah maaf atas semua kebodohanku
Ayah maaf atas semua sikap dan tingkah lakuku

Ayah aku berjanji padamu kelak akan kubanggakan engkau
Dengan keberhasilanku yang kerenamu aku bias 
Akan ku kutakan dengan bangga engkau Ayahku yang
Selalu tersenyum dan mendidik dan menyayangiku dengan kasih saying
Aku bangga Engkau adalah ayahku . . .

                                     -tathalixiuz-



*Note
actually, ini adalah puisi lama yang aku tulis sekitar tahun 2013 lalu dan ntah kenapa sekarang baru pengen publish setelah sekian tahun lamanya bahkan dia tak akan pernah melihatnya, ahhz sudahlah lupakan kesedihan ini. Well, aku tak ingat persis bagaimana saat aku menulis ini yang pasti itu terjadi di malam hari kaaknya haha... apapun itu dan terlepas Dia sudah tidak ada alagi aku hanya ingin bilang thank you cery much God cause You give me the best gift in my life, my Daddy. Now, he is with you and heaven and tell him how much i miss him and sorry if i can not to make him proud to me but i promise it will be soon. just wanna sharing with you guys my lost my dad last years on June but everything is okay now hmmm i hope so. Then, thanks to visit my blog and read my poem. luvt yu all *)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeitan Hati Luka tak berdarah

 Sedikitnya hati tercubit dan mersakan sakit yang tak kasat mata, luka tak berdarah mungkin istilah yang tepat untuk ini namun ntahlah bagaimana menjelaskannya. Ternyata jauh di dalam sana aku masih terlalu kekanak-kanakan. Ternyata aku tidak sedewasa dan sebijak itu. Ternyata aku jauh lebih dari kata buruk. Rasanya sakit dan semua terasa HAMPA. Ntahlah apa yang harus aku lakukan, kenapa rasanya berbeda ? Kenapa rasanya tak seperti dulu yang masih ada mimpi dan abisi? Kenapa malah jadi begini aku berada di titik yang sama, kenapa rasanya tidak ada yang berubah dan mengapa rasanya sunguh tidak sedewasa itu  Malu pada diri sendiri mungkin, semakin banyak kenyataan yang aku tahu bahwa aku sesungguhnya semenyedihkan itu. Hibernasi  yang kuingatkan mungkinkah yang seperti ini ? kenapa jalannya terlalu berat tapi tak berat ? kenapa rasanya seakan tak adil padahal hanya aku yang kurang bersyukur dan meminta lebih tanpa usaha ? Kenapa aku menjadi wanita lemah dan pengecut ? keman...

Kebudayaan Suku Karo

KEBUDAYAAN SUKU KARO  Kata Pengantar      Puji dan syukur kehadirat TuhanYang Maha Esa karena berkat berkat dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “KEBUDAYAAN SUKU KARO” tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik dari teman-teman, keluarga dan terutama kepada dosen pembimbing saya maka dari itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat makalah memberikan manfaat kepada seluruh pembaca. Selain itu penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.  Medan, Januari 2013 Penu...

aku dan masa lalu

mencintaimu adalah lelah bagiku mencintaimu adalah tangis & luka bagi aku mencintaimu adalah waktu bagi aku mencintaimu adalah proses bagi aku mencintaimu adalah senyum bagi aku mencintaimu adalah tawa bagi aku mencintaimu adalah gelap bagi aku mencintaimu juga adalah terang bagiku mencintaimu adalah sedih dan bahagiaku walau berlalu begitu adanya berlalu dengan atau tanpa aku tetap masih mencintaimu . . . hingga sampai saat ini kau di sana dapatkah engkau tau semua rasa dan perih yang aku rasai kini ? dapatkah engkau ada walau semenit untukku untuk mengukir sedikit kenangan indah walau hanya sesaat yang bersamamu tak ingin berharap lagi dan lagi mungkin kisah ini hanyalah sebuah kisah klasik yang tak bermakna dan berarti lagi tapi cukup untukku mengingat sedikit rasa itu sudahlah . . kini kubiarkan berlalu dan terhanyut dalamnya perih dan luka yang ku pendam diantara semua rasa sakit yang kurasa CUKUP !! mari kita akhiri setiap kisah ini lagi dan lagi ...