Langsung ke konten utama

LOST

Ntah mengerti atau tidak, ntah itu salah atau tidak, apakah benar ini sebuah keputusan yang tepat atau tidak namun semua biarah berjalan sebagaimana mestinya. Bukankah kehilangan mengajarkan kita arti sesungguhnya orang tersebut dalam hidup kita ? Mungkin sedikit anti mainstream melakukan hal konyol hanya untuk sebuah kepentingan ego sendiri walau sudah pasti resikonya begitu besar dengan kehilangan permanen tanpa akan ada arti untuk kembali lagi. Sejujurnya sih bukan untuk ego saja tapi juga rasa ingin tahu seberapa berarti dan berharga hidup kita di mata orang lain dan kali inimerupakan tindakan yang paling besar dan saat bersamaan juga dengan adanya banya problema yang menghasruskan harsu adanya pilihan ini. Biarlah mungkin saja saat ini apa yang terjadi menjadi catatan tersendiri dalam buku kitab kehidupan itu. bukankah belum tentu kita dapat membahagiakan semua oarang ? bukankah tidak semua orang juga menyukai kita sejauh atau sebaik apapun yang yang kita angap itu benar. yah keputusan yang mungkin saja terlalu kekanak-kanakan dimana seharusnya bisa di hadapi dengan dengan gampang karena hal tersebut sepele malah menjadi api sendiri. mungkin akan sedih berkrlanjutan jika tak di dasari rasa kecewa karena rasa itu sedikit lebih besar di bumbui dengan ego yang selalu menjadi candu untuk kesekian kali. Kali ini biarlah demikian saja karena bagaimana pun juga pada akhirnya hidup tetaplah masing-masing. seberapa berarti pun iyu akan selalu ada yang di utamakan jadi biarlah kali ini sekali lagi menjadi goresan hitam cantik mewarnai putihku. yah biarlah ...
biarlah saja . . . . .


just wanna tell you,

*a small disappoited will be biger more than you know if it did by someone who really you love too much *

                                         - TathaLixiuz-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeitan Hati Luka tak berdarah

 Sedikitnya hati tercubit dan mersakan sakit yang tak kasat mata, luka tak berdarah mungkin istilah yang tepat untuk ini namun ntahlah bagaimana menjelaskannya. Ternyata jauh di dalam sana aku masih terlalu kekanak-kanakan. Ternyata aku tidak sedewasa dan sebijak itu. Ternyata aku jauh lebih dari kata buruk. Rasanya sakit dan semua terasa HAMPA. Ntahlah apa yang harus aku lakukan, kenapa rasanya berbeda ? Kenapa rasanya tak seperti dulu yang masih ada mimpi dan abisi? Kenapa malah jadi begini aku berada di titik yang sama, kenapa rasanya tidak ada yang berubah dan mengapa rasanya sunguh tidak sedewasa itu  Malu pada diri sendiri mungkin, semakin banyak kenyataan yang aku tahu bahwa aku sesungguhnya semenyedihkan itu. Hibernasi  yang kuingatkan mungkinkah yang seperti ini ? kenapa jalannya terlalu berat tapi tak berat ? kenapa rasanya seakan tak adil padahal hanya aku yang kurang bersyukur dan meminta lebih tanpa usaha ? Kenapa aku menjadi wanita lemah dan pengecut ? keman...

Kebudayaan Suku Karo

KEBUDAYAAN SUKU KARO  Kata Pengantar      Puji dan syukur kehadirat TuhanYang Maha Esa karena berkat berkat dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “KEBUDAYAAN SUKU KARO” tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik dari teman-teman, keluarga dan terutama kepada dosen pembimbing saya maka dari itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat makalah memberikan manfaat kepada seluruh pembaca. Selain itu penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.  Medan, Januari 2013 Penu...

aku dan masa lalu

mencintaimu adalah lelah bagiku mencintaimu adalah tangis & luka bagi aku mencintaimu adalah waktu bagi aku mencintaimu adalah proses bagi aku mencintaimu adalah senyum bagi aku mencintaimu adalah tawa bagi aku mencintaimu adalah gelap bagi aku mencintaimu juga adalah terang bagiku mencintaimu adalah sedih dan bahagiaku walau berlalu begitu adanya berlalu dengan atau tanpa aku tetap masih mencintaimu . . . hingga sampai saat ini kau di sana dapatkah engkau tau semua rasa dan perih yang aku rasai kini ? dapatkah engkau ada walau semenit untukku untuk mengukir sedikit kenangan indah walau hanya sesaat yang bersamamu tak ingin berharap lagi dan lagi mungkin kisah ini hanyalah sebuah kisah klasik yang tak bermakna dan berarti lagi tapi cukup untukku mengingat sedikit rasa itu sudahlah . . kini kubiarkan berlalu dan terhanyut dalamnya perih dan luka yang ku pendam diantara semua rasa sakit yang kurasa CUKUP !! mari kita akhiri setiap kisah ini lagi dan lagi ...