Langsung ke konten utama

Rain

Ada lubang kosong yang mengusik begitu dalam mengubah jiwa tanpa arti, ada rasa sesak tanpa tau apa dan bagaimana itu terjadi, semua seakan melebur jadi satu tanpa pengecualian yang menyebabkan luka itu semakin menganga lebar tanpa tau penyebab pastinya. hati dan mata menjadii satu seolah pertanda kehancuran semakin jelas menghampiri. Air mata pun tak mampu terbendung lagi dan semua seolah akan sirna bersama tanpa kabar yang pasti.

Kosong dan sesak hingga menusuk ke relung hari yang begitu dalam dan amat sangat dalam, entahlah tak mengerti dengan gejolak jiwa , pikiran dan hati. Lalu perasaan apakah yang benar ? 


Ingin melepas hanya sesaat tapi bagaimana jika sumber yang menjadi luka tetap menjadi misteri yang mungkin saja termakan ileh jiwa yang kosong, lalu ? Lalu apa dan harus bagaimana selanjutnya ?

Senja . . .
bisakah kali ini kau berbaik hati pada mentari ? 
bisakah saat ini dekapan yang kurindu menjadi nyata tanpa fatamorgana  ? 
Bisakah air mata turun tanpa harus tertahan ? 
Bisakah bertemu tanpa kolong langit tanpa batas ? 
Bisakah hangat pelukan dan sentuhanmu tanpa cela ? 
Bisakah senja ?

Terbang bebas berkelana adalah impian namun rumah adalah tujuan untuk pulang setidaknya tiang pondsi itu kokoh dan kuat saja hingga pada akhirnya menjadi istana megah impian, Pulanglah mentari butuh senja .

akhir ini berat sungguh berat 
kehilangan membuat semua begitu berat
bahkan cerita lama seakan kembali muncul tanpa permisi
sekejap menghancurkan sukma tanpa jeda
menghancurkan hati kembali dengan pusaran yang sama 

lalu apakah harus sama dengan yang lalu 
melarikan diri untuk ketenangan jiwa 
membiarkan waktu menghapus luka 
mendamaikan jiwa hanya untuk memaafkan diri ?

tentu saja bukan saatnya lagi menjadi anak kecil 
proses mengajarkan cukup sekali dan sekarang harus lebih kuat 
tanpa menyia-nyiakan waktu yang tak semestinya 
karena lagi semua tak akan ada yang sama 
dan akan tetap terjadi dengan takdirnya.


Tenanglah mungkin mentari masih ada sedikit tenaga untuk menanti
dan kembalilah sebelum akhirnya mentari menyerah pada akhirnya.


- TathaLixiuz- 
09 July 2020



                                                                                    -|-























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeitan Hati Luka tak berdarah

 Sedikitnya hati tercubit dan mersakan sakit yang tak kasat mata, luka tak berdarah mungkin istilah yang tepat untuk ini namun ntahlah bagaimana menjelaskannya. Ternyata jauh di dalam sana aku masih terlalu kekanak-kanakan. Ternyata aku tidak sedewasa dan sebijak itu. Ternyata aku jauh lebih dari kata buruk. Rasanya sakit dan semua terasa HAMPA. Ntahlah apa yang harus aku lakukan, kenapa rasanya berbeda ? Kenapa rasanya tak seperti dulu yang masih ada mimpi dan abisi? Kenapa malah jadi begini aku berada di titik yang sama, kenapa rasanya tidak ada yang berubah dan mengapa rasanya sunguh tidak sedewasa itu  Malu pada diri sendiri mungkin, semakin banyak kenyataan yang aku tahu bahwa aku sesungguhnya semenyedihkan itu. Hibernasi  yang kuingatkan mungkinkah yang seperti ini ? kenapa jalannya terlalu berat tapi tak berat ? kenapa rasanya seakan tak adil padahal hanya aku yang kurang bersyukur dan meminta lebih tanpa usaha ? Kenapa aku menjadi wanita lemah dan pengecut ? keman...

Kebudayaan Suku Karo

KEBUDAYAAN SUKU KARO  Kata Pengantar      Puji dan syukur kehadirat TuhanYang Maha Esa karena berkat berkat dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “KEBUDAYAAN SUKU KARO” tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik dari teman-teman, keluarga dan terutama kepada dosen pembimbing saya maka dari itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat makalah memberikan manfaat kepada seluruh pembaca. Selain itu penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.  Medan, Januari 2013 Penu...

Titik Nol

 Tak pernah terpikirikan akan pada titik ini, kembali keawal mula-mula dan bahkan dengan strugle kehidupan yang sedikit lebih besar. Meningglakan kehidupan ibukota dan kembali ke rumah adalah jalan yang aku pilih saat ini dengan modal tanpa apapun dan paling menyakitkan dengan tangan kosong dan penyakit yang seharusnya mungkin bisa saja diatasi tanpa harus sampai pada titik ini. Mungkin ini juga merupakan tiket untuk pergi dari kehidupan toksik yang seharusnya mungkin sudah lama aku tinggalkan apabila aku sedikit lebih berani untuk maju. Berharap kata ya sudahlah keluar dari hati sehingga mungkin semuanya terasa lebih ringan namun jauh dari lubuk hati terdalam sungguh sulit untuk berdamai. Kata Pengecut sesungguhnya mungkin jadi nama belakang yang saat ini patut di sandang dengan nama belakangku karna kehidupan yang aku ingnkan sangat jauh dari rencana awal bahkan motivasi yang dulu berkobar juga sudah lama menghilang dan lebih parahnya serasa hidup namun tak hidup bahkan kehidupan...