Langsung ke konten utama

miss my life

          


  Aku bukanlah seorang yang saatnya bermain-main lagi dan lagi. Aku adalah seorang yang sudah cukup matang dikatakan dalam kategori seorang yang dewasa. Aku seorang yang mempunyai banyak impian dan harapan yang begitu menjulang dalam angan dan citaku. Aku seorang yang berdosa pula yang mengenal sisi gelapnya dunia yang sering menghancurkan kehidupan banyak orang. Aku adalah yang tau betul bagaimana segala sesuatu itu baik atau tidak dan bagaimana sebab dan akibatnya. Aku adalah orang yang memiliki beberapa topeng yang aku sendiri bahkan tak mengerti siapa diriku. Aku adalah seorang yang terlalu banyak hal yang ingin dicapai tapi tak pernah berusaha mendapatkanya. Aku adalah seorang yang selalu menyepelekan masalah dan orang lain. Aku adalah seorang yang tidak pernah mengaku kalah walaupun jelas pada kenyataanya. Aku adalah orang yang terlalu seing berpikir baik dan indah tapi tak pernah mampu untuk dapat mengujudkannya. Aku adalah seorang yang pengecut yang tak pernah berani mengaku salah. Aku adalah orang yang suka menyelesaikan masalah dengan caraku walau terkadang itu salah. Aku adalah orang yang sukar mendengar apa yang dikatakan orang lain. Aku adalah orang yang muadah menangis dan terluka. Aku adalah orang yang egois dan sombong di orang yang sekitarku. Aku adalah seorang penakut yang tak tak pernah mau mengakui kekalahanku . seorang yang suka melebih-lebihkan masalah dan seorang yang sok kuat tapi kenyataanya lemah. Aku bukanlah seorang yang sempurna seperti orang lain pikirkan.
            Terkadang begitu banyak hal yang aku tahu tentang kehidupanku dan bukan seorang yang cukup baik dalam segala tindakan dan tingkah laku. Aku terkadang juga berpikir bagaimana seorang ARI FITRI MARGARETHA KELIAT dilahirkan dengan begitu bnayak hal jahat dalam dirinya. Namun kini satu hal yang sejak dari dulu aku yakini dan percaya bahawa segala tindakan dan segala sesuatu yang aku kerjakan yang baik dan ikhlas (tulus) akan berakhir indah walau terjadi banyak hal yang sulit namun semuanya indah pada waktunya. Aku tahu hal yang benar dan salah. Aku tahu segala hal yang dibenci dan tak ingin dilakukan tapi aku adalah manusia yang sama dengan yang lainnya yang suka berdalih dan seorang pengecut yang tak pernah bisa mengakui segala hal jahat dalam hal dirinya.

            Aku tak tahu sekarang dan nanti apa yang terjadi dalam kehidupanku dan apa yang akan kau kerjakan dalam masa depanku. Terlalu banyak galau tetapi tetap pada  titik jenuh yang tak menghasilkan apa-apa. Aku terlalu naif dan kini aku tahu dan sadari terlalu jauh aku lari dari jati diriku sesungguhnya. Terlalu banyak topeng dan terlalu banyak hal yang bukan diriku menjadikanku seorang yang bukan seorang “retha”. Aku merindukan seorang retha yang dulu yang begitu polos dan masih berpikir positif tentang segala sesuatunya tapi bukan retha yang selalu merasa sok dewasa dengan segala aturan dan tingkah lakunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeitan Hati Luka tak berdarah

 Sedikitnya hati tercubit dan mersakan sakit yang tak kasat mata, luka tak berdarah mungkin istilah yang tepat untuk ini namun ntahlah bagaimana menjelaskannya. Ternyata jauh di dalam sana aku masih terlalu kekanak-kanakan. Ternyata aku tidak sedewasa dan sebijak itu. Ternyata aku jauh lebih dari kata buruk. Rasanya sakit dan semua terasa HAMPA. Ntahlah apa yang harus aku lakukan, kenapa rasanya berbeda ? Kenapa rasanya tak seperti dulu yang masih ada mimpi dan abisi? Kenapa malah jadi begini aku berada di titik yang sama, kenapa rasanya tidak ada yang berubah dan mengapa rasanya sunguh tidak sedewasa itu  Malu pada diri sendiri mungkin, semakin banyak kenyataan yang aku tahu bahwa aku sesungguhnya semenyedihkan itu. Hibernasi  yang kuingatkan mungkinkah yang seperti ini ? kenapa jalannya terlalu berat tapi tak berat ? kenapa rasanya seakan tak adil padahal hanya aku yang kurang bersyukur dan meminta lebih tanpa usaha ? Kenapa aku menjadi wanita lemah dan pengecut ? keman...

Kebudayaan Suku Karo

KEBUDAYAAN SUKU KARO  Kata Pengantar      Puji dan syukur kehadirat TuhanYang Maha Esa karena berkat berkat dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “KEBUDAYAAN SUKU KARO” tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik dari teman-teman, keluarga dan terutama kepada dosen pembimbing saya maka dari itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat makalah memberikan manfaat kepada seluruh pembaca. Selain itu penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.  Medan, Januari 2013 Penu...

ERRORS IN COPING WITH CONFLICT

In our lives as social beings and as individuals themselves would have a problem . Because life without problems is not real life and it's just wonderful when a problem or conflict that happens , we always take the load and not just a few people who think even a narrow defeat by the problem itself , and even decided to end the life . We know that communication is a key determinant of quality of their relationships with those around us . That's because they , when conflict occurs , we must still consider how we communicate that conflict or quarrel was not dilated and could be overcome . However , often times people are just wrong to take a stand so that the conflict can be resolved even open it give rise to a new problem to the split . Here I summarize some wrong attitude in dealing with conflict is to avoid conflict , self-defense or self-closing , on an average , would like to be true , would not listen , and want to blame the defeat . First , to avoid conflicts . When t...