Langsung ke konten utama

Dear Ayah

Dear ayah....
ntah mengapa kini merindumu kian hari kian memimbulkan luka
dulu kupikir akan semudah itu untuk mengikhlaskan
namun kian tahun berlalyu semakin sakit kurasa
tanpa sosok dan bayangmu di hidupku
bahkan dunia mimpi juga begitu kejam tak mengizinkan daku bertemu

Salahkah aku jika rindu ini kini menyiksaku
bahkan terkadang ku harus bersembunyi dalam senyumku
mengahapus perih air mata yang tak mampu ku bendung lagi
hingga tak terasa betapa jarak ini begitu menruntukan pertahananku

aku bukanlah yang gampang jatuh bahkan menangis
walau seberat apapun beban hidup tak pernah tangisanku
menjadi tontonan indah bagi mereka penikmat dunia
namun apa daya kepergianmu membawa separuh langkahku hilang tak menentu

ayah , , ,
adakah ruang dan waktu untuk bisa ku lintasi
menemukan hangatnya dekapanmu
mendengar kembali canda dan tawamu
cerita dan segala kisah hidupmu . . .

ayah . . .
sudikah malam ini engkau singgah tuk hanya ku dapat melepas rindu
sungguh hari-hariku semakin hari kian berat tanpamu
bahakan ku harus mendekapkan diri  sendiri tan tentu arah
kadang ku pikir aku ingin menyerah
tapi aku adalah anakmu
putimu yang kau didik dengan daya juang yang tinggi
menjadikanku harus juat menghadapi duniaku sendiri

yah aku memilih melangkah dengan sakitku
melawan kerasnya hatiku , kini putrimu yang manja
hanya inginkan hdiup bahagia dan penuh arti
karna aku adalah putri dari seorang pejuang sepertimu
ayah . . . .
ayah . . . .
aku mencintaimu
                                    -TathaLixiuz-



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeitan Hati Luka tak berdarah

 Sedikitnya hati tercubit dan mersakan sakit yang tak kasat mata, luka tak berdarah mungkin istilah yang tepat untuk ini namun ntahlah bagaimana menjelaskannya. Ternyata jauh di dalam sana aku masih terlalu kekanak-kanakan. Ternyata aku tidak sedewasa dan sebijak itu. Ternyata aku jauh lebih dari kata buruk. Rasanya sakit dan semua terasa HAMPA. Ntahlah apa yang harus aku lakukan, kenapa rasanya berbeda ? Kenapa rasanya tak seperti dulu yang masih ada mimpi dan abisi? Kenapa malah jadi begini aku berada di titik yang sama, kenapa rasanya tidak ada yang berubah dan mengapa rasanya sunguh tidak sedewasa itu  Malu pada diri sendiri mungkin, semakin banyak kenyataan yang aku tahu bahwa aku sesungguhnya semenyedihkan itu. Hibernasi  yang kuingatkan mungkinkah yang seperti ini ? kenapa jalannya terlalu berat tapi tak berat ? kenapa rasanya seakan tak adil padahal hanya aku yang kurang bersyukur dan meminta lebih tanpa usaha ? Kenapa aku menjadi wanita lemah dan pengecut ? keman...

Kebudayaan Suku Karo

KEBUDAYAAN SUKU KARO  Kata Pengantar      Puji dan syukur kehadirat TuhanYang Maha Esa karena berkat berkat dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “KEBUDAYAAN SUKU KARO” tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik dari teman-teman, keluarga dan terutama kepada dosen pembimbing saya maka dari itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat makalah memberikan manfaat kepada seluruh pembaca. Selain itu penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.  Medan, Januari 2013 Penu...

Titik Nol

 Tak pernah terpikirikan akan pada titik ini, kembali keawal mula-mula dan bahkan dengan strugle kehidupan yang sedikit lebih besar. Meningglakan kehidupan ibukota dan kembali ke rumah adalah jalan yang aku pilih saat ini dengan modal tanpa apapun dan paling menyakitkan dengan tangan kosong dan penyakit yang seharusnya mungkin bisa saja diatasi tanpa harus sampai pada titik ini. Mungkin ini juga merupakan tiket untuk pergi dari kehidupan toksik yang seharusnya mungkin sudah lama aku tinggalkan apabila aku sedikit lebih berani untuk maju. Berharap kata ya sudahlah keluar dari hati sehingga mungkin semuanya terasa lebih ringan namun jauh dari lubuk hati terdalam sungguh sulit untuk berdamai. Kata Pengecut sesungguhnya mungkin jadi nama belakang yang saat ini patut di sandang dengan nama belakangku karna kehidupan yang aku ingnkan sangat jauh dari rencana awal bahkan motivasi yang dulu berkobar juga sudah lama menghilang dan lebih parahnya serasa hidup namun tak hidup bahkan kehidupan...