Langsung ke konten utama

SOSOK


Apa yang dirasakan jiwa disaat semua seakan meninggalkan dan tak peduli lagi ?
Adakah cahaya yang mampu membangkitkan sukma yang seharusnya atau malah menggali soosk lain yang telah lama terkubur hingga seakan mampu untuk memakan jiwamu sendiri, menghadirkan sosok awalnya semu menjadi nyata ?

Inikah yang disebut dengan kegegelapan yang  tak dapat diungkapn dengan kata itu ? Terpenjara dengan pikiran yang menjadi candu untuk semakin menjelajahi ruang yang tak seharusnya tersentuh ?

Sekali lagi ntahlah . . . . . . .

Logika berbicara "berpikir" namun hati seakan mengkhianati dengan caranya yang teramat wangi semerbak hamparan bunga mawar yang penuh warna warni namun tak meninggalkan duri di setiap tangkainya. 

Lalu apakah keindahan itu seakan tak pernah lepas dari luka yang membayanginya ?


Jakarta, 18 April 2019

-TathaLixiuz-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeitan Hati Luka tak berdarah

 Sedikitnya hati tercubit dan mersakan sakit yang tak kasat mata, luka tak berdarah mungkin istilah yang tepat untuk ini namun ntahlah bagaimana menjelaskannya. Ternyata jauh di dalam sana aku masih terlalu kekanak-kanakan. Ternyata aku tidak sedewasa dan sebijak itu. Ternyata aku jauh lebih dari kata buruk. Rasanya sakit dan semua terasa HAMPA. Ntahlah apa yang harus aku lakukan, kenapa rasanya berbeda ? Kenapa rasanya tak seperti dulu yang masih ada mimpi dan abisi? Kenapa malah jadi begini aku berada di titik yang sama, kenapa rasanya tidak ada yang berubah dan mengapa rasanya sunguh tidak sedewasa itu  Malu pada diri sendiri mungkin, semakin banyak kenyataan yang aku tahu bahwa aku sesungguhnya semenyedihkan itu. Hibernasi  yang kuingatkan mungkinkah yang seperti ini ? kenapa jalannya terlalu berat tapi tak berat ? kenapa rasanya seakan tak adil padahal hanya aku yang kurang bersyukur dan meminta lebih tanpa usaha ? Kenapa aku menjadi wanita lemah dan pengecut ? keman...

Kebudayaan Suku Karo

KEBUDAYAAN SUKU KARO  Kata Pengantar      Puji dan syukur kehadirat TuhanYang Maha Esa karena berkat berkat dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “KEBUDAYAAN SUKU KARO” tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik dari teman-teman, keluarga dan terutama kepada dosen pembimbing saya maka dari itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat makalah memberikan manfaat kepada seluruh pembaca. Selain itu penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.  Medan, Januari 2013 Penu...

Perbedaan Present Perfect Tense and Past Perfect Tense with The Formula 16 Tense

Rumus-rumus 16 tenses A. PRESENT TENSE 1. Simple present tense (sekarang ) a. Nominal sentence (+) S + To be ( am, is, are)+ KB/KS/KK/KD (-) S + To be+ not + KB/KS/KK/KD (?) To be+ S + KB/KS/KK/KD Yes , S + to be No, S + to be + not b. Verbal sentence (+) S + V 1 s/es + Object ( O) (-) S + do not/ does not + V1 + O (?) Do/Does + S + V1 + O Yes, S + do/ does No, S + do not/ does not 2. Present continuous tense (sedang skrg) (+) S + To be ( is, am, are)+ v-ing+ O (-) S + To be + not + V- ing + O (?) To be + S + V-ing + O Yes, S + To be No, S + To be + not 3. Present perfect tense ( sudah) a. Nominal sentence (+) S + have/has + been + KB/KS/KD (-) S + have/has+ not + been + KB/KS (?) Have/Has + S + been + KB/KS/KD Yes, S + have/ has No, S + have/ has + not b. Verbal sentence (+) S + have/Has + V3 + O (-) S + have/ has + not + V3 +O (?) Have/Has + S + V3 + O Yes, S + have/has No, S + have/ has + not 4. Present perfect continuous tense ( sudah ...