Langsung ke konten utama

Jiwa

Adakah cara yang lebih baik dari yang ini
meluapkan segala emosi seakan tak mampu lagi
menangis bukanlah lagi sesuatu yang bersatu dengan hati
ketika hati terluka maka mata menangis
karna kini hanya tetesan indah itu bahkan tak terwujud

terlalu sakitkah  ?
Hingga bahkan airmata tak juga turus
atau mungkin sudah terlanjur mengering untuk berbagi
lalu harus bagaimana lagi
melepaskan sesak yang tak kunjung berhenti ?

Melarikan diri untuk melupakan segala yang telah terjadi ?
jangan tanya cara sepengecut itu juga udah berada di amabang batasnya
atau apakah harus dengan berhenti bernapas ?
tapi akankah disana jauh lebih baik daripada yang ini ?
akankah disana ada yang mampu mengerti hingga sesak ini
tak begitu lagi mengrogoti hingga menusuk remuk jantung itu  ?

jangan, janganlah engkau sekedar bebicara hanya sekedar saja
jangan hanya seolah mengangap ini terlalu berlebihan karena
ku juga tak ingin seperti ini hingga membuat raga bagai tak bernyawa

bukannya ku tak tau Tuhan itu ada
bukan juga ku tak tau masalah pasti ada solusi yang di umbarkan itu
bukan ku ku tak tau betapa banyaknya motivator di luaran sana
mengecap dirinya sebagai penyelamat jiwa  yang tersesat dan salah arah
bukan juga ku tak tau ada beribuan pskolog hebat yang mampu di bayar jutaan dolar
karena pada akhirnya yang bisa menyelamatkan hanyalah diri sendiri

lalu apa kabar jiwa iniyang bahkan tak berusaha bahkan tak mampu
berusaha walau hanya sekedar beriri tegak saja  ?
mimpi buruk, kuharap apa yang kurasa itu mimpi buruk
tapi bagaimana itu bisa menjadi sebuah mimpi buruk kalau
pada akhirnya setiap malamku bahkan memejamkan mata saja tak mampu

Ku bertolak ke belakang siapa mereka yang angaungkan rasa cinta untukku
siapa meraka yang mengatas namakan persahabatan bahkan saudara
siapa mereka yang mengatakan saya ada untukmu setiap waktu
namu pada kenyataannya mereka bahkan yang sekan mendorong untuk
lebih cepat pergi ke neraka yang penuh pantian . . .

ingin sungguh ku ingin tatap kedepan
berharap akan adanya percikan cahaya yang mampu beri kekuatan
namun jiwa bahkan tak mampu ucap kata harap yang seakan menjadi tabu\

Halloooooo . .. .
siapa ......
siapa gerangan yang mampu melepaskan rasa ini
atau mungkin bisakah aku berlaku kejam saja melupakan persaan  ?
menjadi seorang yang jahat dengan kehancuran di depannya
setidaknya ada akhir

Tapi lagi seakan itu tak cukup dan mampu bahkan hanya sekedar mengukir
lalu bagaimna  lagi harus bisa  ???

bimbang dan bingung bukanlagi  . ..
sanggup kah aku mengatakan ini kegialaan  ?
lantas kegialaan seperti apa ini  ?
disaat aku saja masih mampu mengungkapkan persaan ini

Tolong  . . .
Tolong sadarkan saya  . . .

Tolong  . . .
Tolong selamatkan saya  . . .

Tolong  . . .
Setidaknya ada berkata dengan tulus
"everything is gonnna be okay'
' i am here with you "


Semogga ..
semoga kesempatan itu masih ada  . . .


- TathaLixiuz -




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeitan Hati Luka tak berdarah

 Sedikitnya hati tercubit dan mersakan sakit yang tak kasat mata, luka tak berdarah mungkin istilah yang tepat untuk ini namun ntahlah bagaimana menjelaskannya. Ternyata jauh di dalam sana aku masih terlalu kekanak-kanakan. Ternyata aku tidak sedewasa dan sebijak itu. Ternyata aku jauh lebih dari kata buruk. Rasanya sakit dan semua terasa HAMPA. Ntahlah apa yang harus aku lakukan, kenapa rasanya berbeda ? Kenapa rasanya tak seperti dulu yang masih ada mimpi dan abisi? Kenapa malah jadi begini aku berada di titik yang sama, kenapa rasanya tidak ada yang berubah dan mengapa rasanya sunguh tidak sedewasa itu  Malu pada diri sendiri mungkin, semakin banyak kenyataan yang aku tahu bahwa aku sesungguhnya semenyedihkan itu. Hibernasi  yang kuingatkan mungkinkah yang seperti ini ? kenapa jalannya terlalu berat tapi tak berat ? kenapa rasanya seakan tak adil padahal hanya aku yang kurang bersyukur dan meminta lebih tanpa usaha ? Kenapa aku menjadi wanita lemah dan pengecut ? keman...

Kebudayaan Suku Karo

KEBUDAYAAN SUKU KARO  Kata Pengantar      Puji dan syukur kehadirat TuhanYang Maha Esa karena berkat berkat dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “KEBUDAYAAN SUKU KARO” tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik dari teman-teman, keluarga dan terutama kepada dosen pembimbing saya maka dari itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat makalah memberikan manfaat kepada seluruh pembaca. Selain itu penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.  Medan, Januari 2013 Penu...

aku dan masa lalu

mencintaimu adalah lelah bagiku mencintaimu adalah tangis & luka bagi aku mencintaimu adalah waktu bagi aku mencintaimu adalah proses bagi aku mencintaimu adalah senyum bagi aku mencintaimu adalah tawa bagi aku mencintaimu adalah gelap bagi aku mencintaimu juga adalah terang bagiku mencintaimu adalah sedih dan bahagiaku walau berlalu begitu adanya berlalu dengan atau tanpa aku tetap masih mencintaimu . . . hingga sampai saat ini kau di sana dapatkah engkau tau semua rasa dan perih yang aku rasai kini ? dapatkah engkau ada walau semenit untukku untuk mengukir sedikit kenangan indah walau hanya sesaat yang bersamamu tak ingin berharap lagi dan lagi mungkin kisah ini hanyalah sebuah kisah klasik yang tak bermakna dan berarti lagi tapi cukup untukku mengingat sedikit rasa itu sudahlah . . kini kubiarkan berlalu dan terhanyut dalamnya perih dan luka yang ku pendam diantara semua rasa sakit yang kurasa CUKUP !! mari kita akhiri setiap kisah ini lagi dan lagi ...