Langsung ke konten utama

RASA INGIN MENGHILANG ( Kali ini saja )

Bolehkah kali ini saja meminta untuk menghilang  ?

Bolehkah kali ini saja bersikap untuk tidak peduli ?

Bolehkah kali ini saja tidak tau apa-apa  ?

Bolehkah kali ini saja tidak ingin mendengar ?

Bolehkah kali ini saja tidak ingin melihat  ?

Bolehkah kali ini saja tidak bersikap bodoh amat  ?

Boleh kah kali ini saja untuk menghilang ?


Rasanya begitu sesak dan menyakitkan 

Rasanya seakan begitu perih tanpa luka

Sesak tentu saja sesak bahkan rasa ingin hilang 


Kekecewaan begitu dalam dan terluka hingga mengores ego 

Bahkan berharap sang hati hitam dan jahat hingga rasanya ingin pergi 

Melupakan bisa saja lupa tapi mungkin butuh waktu lama 

Hanya saja kenapa sang waktu juga tidak berpihak  ?

Kenapa seakan menyatu untuk menyerang tanpa peduli 

siap atau tidak sama sekali  ?


Ingin ku berkata sudahlah biarkan saja nanti juga akan berlalu 

Namun hati tak ingin saja meninggalkan begitu saja 

Namun Rasa dan Pikiran ingin berjalan di tempat 

menikmati rasa sakit dan kecewa hingga menjalar ke nadi 


Kali ini saja bisakah ingin hilang  ?

Kali ini saja bisakah untuk tidak menyelesaikan  ?

Kali ini saja bisakah untuk biarkan berlalu  ?

Kali ini saja bisakah pergi tanpa jejak ?


Hanya singgah tapi meninggalkan luka begitu dalam 

Hanya singgah tapi menoreh luka yang dulu menganga kembali

Kenapa harus aku yang mengerti dan memahami 

Kenapa hati tak bisa egois menghancurkan bahkan melampiaskan dendam 

Kenapa hati selalu rapuh dengan Rasa  ?

Kenapa hati harus menerima dan menagis begitu saja 

Kenapa harus membentengi diri lagi tanpa peduli luka yang lama juga belum sembuh 

Kali ini saja bolehkan raga dan jiwa menghilang tanpa jejak 

Kali ini  .. 

Kali ini saja Tuhan  . . 

Tolonglah   . . . .


                                                                        - TathaLixiuz- 

                                                                        11 Maret 2022




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeitan Hati Luka tak berdarah

 Sedikitnya hati tercubit dan mersakan sakit yang tak kasat mata, luka tak berdarah mungkin istilah yang tepat untuk ini namun ntahlah bagaimana menjelaskannya. Ternyata jauh di dalam sana aku masih terlalu kekanak-kanakan. Ternyata aku tidak sedewasa dan sebijak itu. Ternyata aku jauh lebih dari kata buruk. Rasanya sakit dan semua terasa HAMPA. Ntahlah apa yang harus aku lakukan, kenapa rasanya berbeda ? Kenapa rasanya tak seperti dulu yang masih ada mimpi dan abisi? Kenapa malah jadi begini aku berada di titik yang sama, kenapa rasanya tidak ada yang berubah dan mengapa rasanya sunguh tidak sedewasa itu  Malu pada diri sendiri mungkin, semakin banyak kenyataan yang aku tahu bahwa aku sesungguhnya semenyedihkan itu. Hibernasi  yang kuingatkan mungkinkah yang seperti ini ? kenapa jalannya terlalu berat tapi tak berat ? kenapa rasanya seakan tak adil padahal hanya aku yang kurang bersyukur dan meminta lebih tanpa usaha ? Kenapa aku menjadi wanita lemah dan pengecut ? keman...

Kebudayaan Suku Karo

KEBUDAYAAN SUKU KARO  Kata Pengantar      Puji dan syukur kehadirat TuhanYang Maha Esa karena berkat berkat dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “KEBUDAYAAN SUKU KARO” tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik dari teman-teman, keluarga dan terutama kepada dosen pembimbing saya maka dari itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat makalah memberikan manfaat kepada seluruh pembaca. Selain itu penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.  Medan, Januari 2013 Penu...

aku dan masa lalu

mencintaimu adalah lelah bagiku mencintaimu adalah tangis & luka bagi aku mencintaimu adalah waktu bagi aku mencintaimu adalah proses bagi aku mencintaimu adalah senyum bagi aku mencintaimu adalah tawa bagi aku mencintaimu adalah gelap bagi aku mencintaimu juga adalah terang bagiku mencintaimu adalah sedih dan bahagiaku walau berlalu begitu adanya berlalu dengan atau tanpa aku tetap masih mencintaimu . . . hingga sampai saat ini kau di sana dapatkah engkau tau semua rasa dan perih yang aku rasai kini ? dapatkah engkau ada walau semenit untukku untuk mengukir sedikit kenangan indah walau hanya sesaat yang bersamamu tak ingin berharap lagi dan lagi mungkin kisah ini hanyalah sebuah kisah klasik yang tak bermakna dan berarti lagi tapi cukup untukku mengingat sedikit rasa itu sudahlah . . kini kubiarkan berlalu dan terhanyut dalamnya perih dan luka yang ku pendam diantara semua rasa sakit yang kurasa CUKUP !! mari kita akhiri setiap kisah ini lagi dan lagi ...