Langsung ke konten utama

Monster Hati Yang Pekat

 Ada banyak kata yang tak bisa diungkapkan dengan gamblang dan bisa lancar dalam pengucapannya bahkan saat mencoba untuk merangkai sebuah kata-kata indah juga tak akan bisa dengan semudah itu karna memang tak mudah untuk di mengerti oleh diri sendiri. Seakan sekarang menjadi nyata monster yang ada dalam diri seakan benaran ada dikala kegelapan memenuhi setengah hati yang dilema tak menentu arah. Sulit di jelaskan dan karenanya banyak pertentang antar hati dan pikiran yang tidak sinkron bahkand luar dari logika, tak banyak yang mampu menahan malah cenderung memilih cara yang salah untuk menaklukkan hati yang semakin pekat. Hitam bisa saja menjadi lambang ksedihan dan kegelapan yang akrab dengan kata kehancuran pada akhirnya namun mengapa bahkan dalam kehidupan sehari-hari hitam merupan menjadi warna favorite bagi kebanyakan orang. Ada juga yang mengatakan Hitam cenderung netral dan kemana saja masuk, dari sini bukankah sebenarnya pada dasarnya manusia itu sendiri mencintai kegelapan tanpa mereka sadari ?


Lalu salahkan jika hidup dalam kegelapan yang mereka sendiri cinta tanpa sadar ? Salahkah memutuskan untuk tinggal dan berdiam dari pada menyakiti diri sendiri . Bukankah lebih penting mencintai diri sendiri dahulu baru mencintai orang lain ? Bagaimana bisa menciptakana kata bahagia untuk orang lain jka bahagia diri sendiri begitu jauh karen mencintai monster gelap yang bersarang di hati ? Selalu menjadi begitu salah jika membahas tentang ini dan tak akan ada yang mencoba memahami dan mengerti karena pada dasarnya membuat tameng dan membangun image menjadi lebih penting dari pada menjadi diri sendiri 

Entahlah kadang berusaha menjadi sesuatu yang diinginkan memang jalan yang tak akan pernah mudah terlebih menunggu proses yang begitu panjang dengan hasil yang tak pasti dan bahkan seberapa banyak menikmati akhirnya jikalaupun berhasil disaat detik-detik akhir menjelang kematian, Benar mungkin bukan untuk diri sendiri melainkan untuk orang dicintai agar kelak mereka tidak menderita namun bukankan tidak fear jika berjuang dari nol untuk kebahagian mereka yang belum tentung mencintai arti sebuah kerja keras ? atau bisa saja malah menjadikan mereka menjadi manusia "manja" yang bahkan memegang sendok dan mengikat tali sepatu saja tidak mampu padahal pada dasarnya sama dengan kita mereka manusia yang sama sama seharusnya merangkak menjalani kehidupan yang fana ini.

Semakin melantur dan mulai tak jelas pembahasan ini yang semakin sulit untuk di mengerti. Biarlah mungkin tulisan kali ini sama sekali tak bermakna malah menjadikan sesuatu yang tidak semestinya.


Dear kamu Hati yang rapuh seberapa kuat monter itu mengerogoti hati dan pikiran kamu ingatlah betapa keras kamu berjuang sampai saat ini !!!


-TathaLixiu-








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeitan Hati Luka tak berdarah

 Sedikitnya hati tercubit dan mersakan sakit yang tak kasat mata, luka tak berdarah mungkin istilah yang tepat untuk ini namun ntahlah bagaimana menjelaskannya. Ternyata jauh di dalam sana aku masih terlalu kekanak-kanakan. Ternyata aku tidak sedewasa dan sebijak itu. Ternyata aku jauh lebih dari kata buruk. Rasanya sakit dan semua terasa HAMPA. Ntahlah apa yang harus aku lakukan, kenapa rasanya berbeda ? Kenapa rasanya tak seperti dulu yang masih ada mimpi dan abisi? Kenapa malah jadi begini aku berada di titik yang sama, kenapa rasanya tidak ada yang berubah dan mengapa rasanya sunguh tidak sedewasa itu  Malu pada diri sendiri mungkin, semakin banyak kenyataan yang aku tahu bahwa aku sesungguhnya semenyedihkan itu. Hibernasi  yang kuingatkan mungkinkah yang seperti ini ? kenapa jalannya terlalu berat tapi tak berat ? kenapa rasanya seakan tak adil padahal hanya aku yang kurang bersyukur dan meminta lebih tanpa usaha ? Kenapa aku menjadi wanita lemah dan pengecut ? keman...

MENCOBA LAGI

 Hari ini aku memutuskan sesuatu yang penting dalam kehidupanku dimana aku mencoba untuk lebih mengikhlaskan segala sesuatu yang terjadi selama ini. Mencoba memperbaiki diri menjadi pribadi yang benar- benar matang dan mencoba kembali menjadi sosok yang harusnya ingin di bentuk sesuai kemaun diri, mecoba untuk tidak lagi menghakimi, mencoba untuk memaafkan, mencoba untuk lebih sabar, mencoba untuk lebih berbesar hati, mencoba kembali untuk lebih menerima dan memperbaiki diri.  Benar memang tidak ada yang sempurna, benar juga bahwasanya kita tak bisa mengukur kata menang dan kalah dalam kehidupan ini karenanya aku mencoba untuk menerima lagi dan lagi yang seharusnya sejak awal aku mengerti dan harus aku lakukan.  Biarlah semua pembelajaran singkat yang menamparku begitu terperosok jauh namun tidak menimbulkan huru hara dalam kehidupanku yang sebenernya tidak layak untuk kukatakan sempurna itu. Mungkin sedikit lebih membingungkan dan tidak mudah dipahami untuk setiap untain...

Titik Nol

 Tak pernah terpikirikan akan pada titik ini, kembali keawal mula-mula dan bahkan dengan strugle kehidupan yang sedikit lebih besar. Meningglakan kehidupan ibukota dan kembali ke rumah adalah jalan yang aku pilih saat ini dengan modal tanpa apapun dan paling menyakitkan dengan tangan kosong dan penyakit yang seharusnya mungkin bisa saja diatasi tanpa harus sampai pada titik ini. Mungkin ini juga merupakan tiket untuk pergi dari kehidupan toksik yang seharusnya mungkin sudah lama aku tinggalkan apabila aku sedikit lebih berani untuk maju. Berharap kata ya sudahlah keluar dari hati sehingga mungkin semuanya terasa lebih ringan namun jauh dari lubuk hati terdalam sungguh sulit untuk berdamai. Kata Pengecut sesungguhnya mungkin jadi nama belakang yang saat ini patut di sandang dengan nama belakangku karna kehidupan yang aku ingnkan sangat jauh dari rencana awal bahkan motivasi yang dulu berkobar juga sudah lama menghilang dan lebih parahnya serasa hidup namun tak hidup bahkan kehidupan...