Langsung ke konten utama

Jurnal diri

Bagaimana harus menjalani kembali jika beberapa kali mencoba kembali keawal tapi seakan semua tidak pada tempatnya ? Mungkin sudah sangat terlalu jauh untuk kembali dan terlalu jauh untu melangkah pada tempat yangtidak seharusnya dan sekali lagi terjebak dengan permainan takdir yang mebuat seolah memang salah. Salah mugkin bukan kata yang tepat karena sadar semua terjadi karna ego yang tak pernah berteman dangan hari dan raga yang terlalu malas untuk berjuang dan berakhir seperti sosok tulang hidup dan berjalan penuh dengan kemunafikan dan terlalu lama bermain dengan peran yang mungkin saja memakan sebagian jiwa yang tak lagi mengernal sang tuan .
Tak bisa menyalahkan karna mungkin tongkong nyaring bunyinya semkin menjadi kata yang tepat untuk mengambarkan diri yang sesungguhnya.  Atau lagi mungkin terlalu banyak berhutang dengan takdir hingga keberuntungan dan berkat enggan untuj mendekat. 

Jalan yang seharunya mudan kembali lepas kendali tan tentu arah, semua yang tercipta untuk mengarah pada titik yang mereka katakan sukses semakin jauh di depan mata, semakin enggan untuk mendekat , semakin tak ingin tergapai dan lagi mungkin tak ingin tergapai. 

Berkali-kali mengeluh soal kehidupan dan tentang ikatan takdir yang tercipta, bertemu dan mengalami gejolak batin yang tak terbendung lagi baik atau buruk, bertemu dengan jutaan rupa dan warna dalam setiap perjalannya, melewati kisah dan cerita yang indah dan penuh perjuangan tak melulu membuat untuk bisa bertahan, selalu goyah dengan kelam dan gelap yang memakan jiwa yang sekali lagi menjadikan kata pengecut dan pecundang tersemat dengan sempurna untuk menjatuhkan diri 

Bahkan masa lalu yang begitu dianggap sempurna dan indah untuk menjadi power dan tumpuan malah pergi begitu saja tanpa ingin kembali, megatakan itu hanya masalalu dan move on  menjadi manusia yang lebih 'real', Tak sama dan berubah adalah kesatuan yang tak bisa di pisahkan karena semua orang pada akhirnya belajar dari masa lalu mereka bukan menetap dengan masa lalu seperti yang di banggakan dan seperti yang di agungkan. Sekali lagi kehilangan arah dan menjadikan kata pecundang menjadikan sempurna melekat dalam diri 


kemana mimpi itu  ? kemana ambisi yang selama ini yang di perjauangkan ? kemana arah dan apa yang mejadi perjuannya selanjutnya  ? Sudahkah jika hanya cukup berhenti disini  ? 

Kembali hanya mampu menunggu untuk bisa kembali ke jalan yang seharusnya 
I really wanna back to Home

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jeitan Hati Luka tak berdarah

 Sedikitnya hati tercubit dan mersakan sakit yang tak kasat mata, luka tak berdarah mungkin istilah yang tepat untuk ini namun ntahlah bagaimana menjelaskannya. Ternyata jauh di dalam sana aku masih terlalu kekanak-kanakan. Ternyata aku tidak sedewasa dan sebijak itu. Ternyata aku jauh lebih dari kata buruk. Rasanya sakit dan semua terasa HAMPA. Ntahlah apa yang harus aku lakukan, kenapa rasanya berbeda ? Kenapa rasanya tak seperti dulu yang masih ada mimpi dan abisi? Kenapa malah jadi begini aku berada di titik yang sama, kenapa rasanya tidak ada yang berubah dan mengapa rasanya sunguh tidak sedewasa itu  Malu pada diri sendiri mungkin, semakin banyak kenyataan yang aku tahu bahwa aku sesungguhnya semenyedihkan itu. Hibernasi  yang kuingatkan mungkinkah yang seperti ini ? kenapa jalannya terlalu berat tapi tak berat ? kenapa rasanya seakan tak adil padahal hanya aku yang kurang bersyukur dan meminta lebih tanpa usaha ? Kenapa aku menjadi wanita lemah dan pengecut ? keman...

Kebudayaan Suku Karo

KEBUDAYAAN SUKU KARO  Kata Pengantar      Puji dan syukur kehadirat TuhanYang Maha Esa karena berkat berkat dan rahmat karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “KEBUDAYAAN SUKU KARO” tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik dari teman-teman, keluarga dan terutama kepada dosen pembimbing saya maka dari itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat makalah memberikan manfaat kepada seluruh pembaca. Selain itu penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.  Medan, Januari 2013 Penu...

aku dan masa lalu

mencintaimu adalah lelah bagiku mencintaimu adalah tangis & luka bagi aku mencintaimu adalah waktu bagi aku mencintaimu adalah proses bagi aku mencintaimu adalah senyum bagi aku mencintaimu adalah tawa bagi aku mencintaimu adalah gelap bagi aku mencintaimu juga adalah terang bagiku mencintaimu adalah sedih dan bahagiaku walau berlalu begitu adanya berlalu dengan atau tanpa aku tetap masih mencintaimu . . . hingga sampai saat ini kau di sana dapatkah engkau tau semua rasa dan perih yang aku rasai kini ? dapatkah engkau ada walau semenit untukku untuk mengukir sedikit kenangan indah walau hanya sesaat yang bersamamu tak ingin berharap lagi dan lagi mungkin kisah ini hanyalah sebuah kisah klasik yang tak bermakna dan berarti lagi tapi cukup untukku mengingat sedikit rasa itu sudahlah . . kini kubiarkan berlalu dan terhanyut dalamnya perih dan luka yang ku pendam diantara semua rasa sakit yang kurasa CUKUP !! mari kita akhiri setiap kisah ini lagi dan lagi ...