Langsung ke konten utama

Postingan

mati tapi hidup

Dulu mencintaimu begitu indah seakan tak kan pernah lekang oleh waktu tiada hari tanpa ku mendamba tiada hari tanpa ku merindu terasa begitu sempurna tiada cela lalu hujan itu datang begitu saja semula hanya buih-buih air yang mendung lalu grimis kemudian hujan lebat itu datang menghempaskan kita begitu jauh tanpa peduli apakah ini saat yang tepat atau tidak belumsembuh luka yang basah kini di tabur dengan krikil yang panas yang menusuk hingga ke dada serasa panas bagai serangan meteor jatuh menghancurkan kepingan terakhir yang tertinggal hingga hidup tak pernah lagi serasa hidup bahkan air mata pun tak mampu lagi terjatuh begitu sesak . . . . bagitu perih . . . . begitu menyakitkan . . . . begitu rasa mati tapi masi hidup          -TathaLixiuz-

PERNERIMAAN, PERBEDAAN ( Memanusiakan manusia )

Ada berbagai cara untuk menaklukan hati yang beku bahkan ada juga berbagai cara untuk menerjang ombak yang kala dari tidak mungkin akan menjadi semakin mungkin jikalau kita percaya. Dulu tak ada yang percaya jika manusia itu bisa terbang bahkan banyak yang tak percaya cahaya di angkasa adalah satu-satunya penerang hingg sang jenius Thomas Alpha Edison menemukan lampu. Sulit di percaya mungkin saja nyaris tidak mungkin pada masa itu tapi bukankah manusia dibuat memiliki akal pikiran yang mampu mengubah yang tidak mungkin menjadi sesuatu yang mungkin. Terlepas bnayaknya manusia yang percaya akan Tuhan ada atau tidak tapi manusia memiliki kekuatasn melebihi apa yang mereka pikirkan hanya saja bagimana kita mengelola dan mengali kemampuan yang kita miliki. Bukan berarti juga kita sebagai manusia dapat melalukan apa saja toh pada akhirnya kita di ciptakan berbeda memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Percaya atau tidak juga kau berada atau di tempatkan pada suatu tempat bukan ta...

apa yang dapat kau berikan untuk INDONESIA???

Pertanyaan ini muncul ketika saya igin memulai kehidupan saya yang di Jakarta setalah saya pindah dari Bali pada bulan Maret lalu, Disini , di ibu kota yang katanya lebih kejam dari pada ibu tiri ini mengajarkan saya bagaimana untuk tidak hanya memperdulikan diri saya tetapai juga negara saya bahkan untuk penerus saya kelak. Beberapa tahun belakangan saya menjadi seorang yang ingin menjadi manusia yang free dan mengikuti arus kehidupan saya yang penting bisa makan dan masi sehat kamana aja bisa tanpa mempedulikan apa yang akan terjadi esok toh hari ini ada, belum tentu hari esok ada. Lalu pemikiran itu muncul lagi, apakah saya hanya akan hidup untuk hari ini saja? apakah yang sudah saya lakukan hari ini akan menjadi berarti untuk hari saya kedepannya? Lalu apa yang ingin saya ceritakan tentang hari ini jikalau masa depan tidak ada? Lantas apakah saya mampu menjadi seorang manusia yang kembali egois tidak memikirkan hari esok yang mungkin saja apa yang saya lakukan hari ini akan sa...

Satu hari

Sehari telah  terbuang denan percuma Sehari telah terabaikan tanpa sesuatu yang berarti Sehari dilalui dsngan penuh pergumulan Tapi do it nothing Entahlah kenapa harus begini Ingin rasanya memukul diri sendiri Hi, wake up girl ! ! Don't be a loser again !!! But NOTHING !! Disana banyak ribuan nyawa yang mencoba Bertahan untuk bisa hidup hari ini Disana banyak orang menginkan satu hari lagi Untuk bisa hidup hari ini Namun what happened to me ??? Oh Jesus Christ what  did i do ??? Hanya kebimbangan dan rasa resah yang menyelimuto Dan untuk kesekian kalinya  terjebak dalam dunia abu-abuku Lalu sampai kapan harus begini ?? Belum cukupkah kisah yang terlewati untuk mengerti Tak bisakah berdiri dengan tanpa sisi abu-abu Aku tau tak banyak orang yang akan sabar menghadapi Keadaan seperti bahakan untk menjelaskannya sendiri pun Aku tak mampu . . . Yang selalu menjadi peentanyaan Sampai kapan ?? Sampai kapan ?? Akan selalu mengikuti abu abu itu ...

Dear God

Terlalu salahkah jalan yang ku pilih Tuhan ? Mengapa semua begitu membuatku muak dengan keadaan yang ada. Aku juga tak ingin menjadi egois seperti yang mereka katakan lalu bagaimana aku harus menjalani hidupku? Salahkah aku yang terluntang lanting ga jelas sperti ini, jikalaupun bole jujur aku hanya ingin menjalani kehidupan yang sudah ku rancangkan tanpa memikirkan orang lain tapi benar aku juga ga bole egois, aku masi mempunyai tangungjawab dan amanah yang harus aku jalani hingga kau memutuskan berhenti lalu kenapa masi saja dianggap egois sejauh ini? Dear God, Aku juga tak ingin seperti ini menjadi seorang menggap segala sesuatunya begitu muah tapi bagaimana caranya untuk memikirkan semuanya dengan serius? Apakah dengan bekerja baru mereka menggap aku sudah dewasa? Dear God, salahkah aku yang ingin mengenal banyak hal dan menjelajahi setiap tempat yang ingin kulalui dan berjalan kemana hati menginginkannya? Aku tau umurku juga tidaklah sepanjang yang tulisan...

dalam diam

dalam dia aku bertahan dalam diam aku merenung dalam diam aku berbicara dalam diam aku tersenyum dalam diam aku terluka dalam diam jug akau bahagia lalu pertanyaan itu datang samapai kapan harus diam ??? jikalaupun silent is gold tapi bagaimana ku beekata -kata hingga mereka tau bisakah diam berjalan tanpa ku memulai? mampukah diam akan selalu menenangkan? bahkan sampai kapankah diam ini menjadi candu yang tak tau harus aku sampaikan ?? hi hati ... berdamailah hingga kita berbaikkan untuk dapat melangkah menyembuhkan hati yang termakan sepi.... -tathalixiuz-

egoiskah ?

hoLaa .... hari ini gue bakal share tentang kehidupan pribadi gue yang menurut gue lagi di ambang-ambang jika gue ga bisa lewatin fase ini sudah pasti gue akan berakhir disni. Masalah judulnya kenapa gue sebut egois mungkin memang itu topik paling tepat saat ini. the last post gue cerita banyak banget tentang mimpi dan mimpi gue yang begitu indah dan sempurna kalo jadi kenyataan dan mungkin bagi sebagian orang like a bulshit tapi suka atau tidak gue cuma pengen ngungkapin apa yang saat itu gue rasaain. belakangan ini gue mulai intropeksi diri lagi apakah benar sebebal dan egois itukah seoeang gue. separah itukah gue yang katanya tertallu memikirkan diri sendiri ga peduli sama sekitar gue, ga peduli sama keluarga gue bahkan gue seorang yang suka melarikan diri yang ga bisa lari dari kenyataan? separah itukah gue?? gue rasanya pengen teriak di depan orang-orang itu gue ga SEPICIK itu!!!! gue tau kok gue kalo sebagai anak gue itu belum ada apa-apa untuk bahagiaiin ora...